Kamis, 06 Februari 2014

Persebaran Jenis Tanah Presentation Transcript

  • Persebaran Jenis TanahOleh :Arzaliya El HaqDiajeng Elsa PameiliaNadiah Mumtaz DarmawanQotrunnada Alwi ZubaidahWidya Wahyuning PermataSMP NEGERI 1 SIDOARJO
  • Pengertian Merupakan batuan yang sudah lapuk tercampur dengan sisa makhluk hidup, air dan udara. Merupakan lapisa bagian atas bumi tempat tumbuhnya tanaman.
  • Penyebab1. Batuan induk yang berbeda2. Curah hujan yang berbeda3. Penyinaran matahari yang berbeda4. Perbedaan relief5. Keberadaan penutupan tanah
  • Jenis Tanah di Indonesia
  • Tanah Vulkanis / Andosol Terdapat di sekitar gunung berapi (pulau Jawa bagian utara, Bali, Lombok, Kalimantan bagian selatan, pulau Sumatra) yang terbentuk dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan. Ciri :1. Berbutir halus2. Sifatnya tidak mudah tertiup angin3. Jika terkena hujan, lapisan tanah bagian atas menutup. Sehingga tanah ini tidak mudah tererosi.4. Sangat subur Fungsi : Dapat digunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan.
  • Tanah Aluvial / Tanah Endapan Berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh air sungai, lalu diendapkan di dataran rendah, lembah dan cekungan sepanjang daerah aliran sungai. Banyak dijumpai di pulau Jawa bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra bagian Timur. Ciri : Tidak semuanya memiliki kandungan unsur hara yang sama (tinggi rendahnya, kandungan unsur haranya, tergantung pada bahan induk penyusunnya) Fungsi : Dimanfaatkan untuk lahan pertanian karena kondisi keasamannya yang sesuai dan letaknya yang berada di daerah rendah.
  • Tanah Laterit Berasal dari tanah endapan vulkanik dan terbentuk dalam kondisi curah hujan tinggi dan amplitudo tinggi menjadi tanah gembur karena proses pencucian tanah. Ciri :1. Bewarna merah atau kekuning-kuningan2. Miskin akan unsur hara (tak subur) Fungsi : Dapat digunakan untuk bahan baku industri
  • Tanah Litosol / Tanah Berbatu Terbentuk karena proses pelapukan batuan yang belum sempurna. Ciri :1. Mempunyai kandungan unsur hara yang rendah2. Sebagian besar tanah ini tidak bisa dimanfaatkan Fungsi : Untuk penanaman palawija dan padang rumput untuk makanan ternak.
  • Tanah Gambut / Tanah Organosol Berasal dari bahan organik dan terbentuk karena genangan air, oleh karena itu peredaran udara di dalamnya sangat kurang dan proses penghancurannya menjadi tak sempurna. Ciri :1. Miskin unsur hara2. Cukup subur (karena teknologi tertentu) Fungsi : Persawahan pasang surut
  • Tanah Mergel Mengandung macam-macam batuan karena proses penghancuran oleh air hujan yang tidak merata. Terdiri atas batu kapur, pasir dan tanah liat. Ciri : Subur (terdapat di lereng-lereng pegunungan yang ketinggiannya 200-500 meter diatas permukaan air laut) Fungsi : Ditanami pohon jati
  • Tanah Regosol Berasal dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butiran-butiran kasar. Fungsi : Untuk ditanami padi, palawija, tebu, kelapa.
  • Tanah Kapur / Mediteran Batu induknya berasal dari gamping, abu gunung berapi dan batuan endapan yang mengalami pelapukan. Ciri :1. Kandungan unsur haranya tergantung bahan induknya2. Kurang subur Fungsi : Sangat baik untuk penanaman pohon jati, palawija, dll.
  • Tanah Grumosol / Tanah Margalit Terbentuk dari batuan kapur dan batuan gunung api yang terdapat di daerah yang memiliki curah hujan rata-rata tahunan antara 1000 mm sampai 2000 mm. Ciri :1. Bertekstur halus dan bewarna kelabu kehitam- hitaman2. Terdiri dari bahan yang melapuk (seperti endapan aluvial, abu vulkanis dan batu kapur)3. Sangat berat (mudah tererosi dan longsor) Fungsi : untuk penanaman kapas, jagung, kedelai, tebu dan padi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar